http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam1gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam3gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam4gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam5gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam6gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam7gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam8gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam9gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam10gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam11gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam12gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam13gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam14gk-is-98.jpglink
http://pasarmalamindonesia.com/modules/mod_image_show_gk4/cache/pasarmalam2gk-is-98.jpglink
«
»

NEWS

Untuk Promosi Indonesia, Bukan Menyaingi Tong-Tong Fair

Den Haag -Pasar Malam Indonesia (PMI) di alun-alun Malieveld, Den Haag, untuk mempromosikan Indonesia bidang perdagangan, pariwisata dan investasi, bukan untuk menyaingi Tong Tong Fair.

Hal itu disampaikan Dubes J.E Habibie kepada detikfinance hari ini, Kamis (31/3/2011), menjawab pertanyaan terkait Tong-Tong Fair (TTF), yang telah lebih dulu ada.

TTF di lokasi sama, dengan konten Asia termasuk Malaysia, dikelola swasta Belanda dan digelar setiap tahun pada 25/5 sampai 5/6. Pengunjung TTF terus menurun. Tahun 2010 lalu tercatat pengunjung 96.000 orang, sebelumnya 108.000 orang di 2009 dan 133.000 orang di 2008.

Sejak 2010 itu KBRI Den Haag menggelar pasar malam sendiri dengan fokus mempromosikan Indonesia, sekaligus mengeratkan hubungan antar-masyarakat Belanda-Indonesia melalui nostalgia pasar malam, dengan waktu penyelenggaraan mendahului TTF, yakni pada 1-5/4/2010.

Edisi pertama tersebut semula menargetkan pengunjung cuma 5.000 orang. Di luar dugaan pengunjung masyarakat Belanda, Indo dan Indonesia melonjak sampai 35.000 orang. Karena dinilai sukses, tahun ini PMI diselenggarakan lebih lama menjadi 1-7/4/2011.

"Tantangannya luarbiasa besar, karena ada anggapan mendahului dan mau menyaingi TTF. Saya tegaskan sekali lagi bahwa PMI adalah ajang mempromosikan Indonesia, terutama daerah-daerah," ujar Habibie.

Menurut Habibie, PMI bukan sekadar pasar malam biasa, tapi sebagai representasi Indonesia dan ajang multipromosi Trade, Tourism, and Investment (TTI), di mana masyarakat Indonesia-Belanda bisa bertemu, bernostalgia dan melakukan kerjasama bisnis dan kebudayaan.

Selain bisnis, juga ada cafe hiburan, food court, live music, diskusi, sampai Asean Court.

"Kalau brand awareness mau naik harus promosi. Kita tergerak membeli minuman ringan, karena promosi jutaan dollar. Demikian pula PMI terbukti tahun lalu berpengaruh langsung pada kenaikan volume perdagangan UKM RI-Belanda sebesar USD200 juta, belum termasuk kenaikan kunjungan wisman," papar Habibie.

Dikatakan bahwa peluang bisnis Belanda-Indonesia masih sangat menantang. Jika ada perusahaan Belanda masuk Indonesia itu tidak hanya mencakup pasar Indonesia yang 240 juta orang, tetapi juga ASEAN. Sebaliknya Indonesia berharap Belanda bisa menjadi pintu gerbang Eropa.

Lanjut Habibie, karena misinya promosi Indonesia, maka untuk food court pun harus menyajikan kuliner otentik Indonesia. "Dari pempek Palembang, kue lapis dan sejenisnya. Tidak boleh ada pannenkoek atau poffertjes (jajanan Belanda, red). Itu semua bisa dibeli di luar tenda," tandas Habibie.

Eddi Santosa - detikfinance
Kamis, 31/03/2011 22:36 WIB